Kamis, 28 April 2011

tugas perekonomian 3


Distribusi Pendapatan dan kemiskinan di Indonesia
Di negara Indonesia ini secara grafis dan klimatogis merupakan negara yang mempunyai potensi ekonomi yang sangat tinggi. Dengan garis ppantai yang terluas di dunia, iklim yang memungkinkan untuk pendayagunaan lahan sepanjaang tahun, hutan dan kandungan bumi Indonesia yang sangat kaya, merupakan bahan yang utama untuk membuat negara kita menjadi kaya. Suatu perencanaan yang bagus yang mampu memanfaatkan semua bahan baku tersebut secara optimal, akan mampu mengantarkan negara Indonesia menjadi negara yang makmur akan hasil pertaniannya dan hasil rempah-rempahnya. Ini terlihat dari hasil Pelita III sampai dengan Pelita V yang dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% - 8% membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan penduduk yang tinggi. Dan Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat julukan “Macan Asia”.
Namun ternyata semua pertumbuhan ekonomi dan pendapatan tersebut ternyata tidak memberikan dampak yang cukup berati pada usaha pengentasan kemiskinan. Indonesia adalah sebuah negara yang penuh paradoks. Negara ini subur dan kekayaan alamnya melimpah, namun sebagian cukup besar rakyat tergolong miskin. Pada puncak krisis ekonomi tahun 1998-1999 penduduk miskin Indonesia mencapai sekitar 24% dari jumlah penduduk atau hampir 40 juta orang. Tahun 2002 angka tersebut sudah turun menjadi 18% dan pada menjadi 14% pada tahun 2004. Situasi terbaik terjadi antara tahun 1987-1996 ketika angka rata-rata kemiskinan berada dibawah 20%, dan yang paling baik adalah pada tahun 1996 ketika angka kemiskinan hanya mencapai 11,3%.
Di Indonesia pada awal orde baru para pembuat kebijakkan perencanaan pembangunan di Jakarta masih sangat percaya bahwa proses pembangunan ekonomi yang pada awalnya terpusatkan hanya di Jawa, khususnya Jakarta dan sekitarnya, dan hanya disektor-sektor tertentu saja pada akhirnya akan menghasilkan “Trickle Down Effect” . Didasarkan pada pemikiran tersebut, pada awal orde baru hingga akhir tahun 1970-an, strategi pembangunan ekonomi yang dianut oleh pemerintahan orde baru lebih berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa memperhatikan pemerataan pembangunan ekonomi.
Krisis yang terjadi secara mendadak dan diluar perkiraan pada akhir dekade 1990-an merupakan pukulan yang sangat berat bagi pembangunan Indonesia. Bagi kebanyakan orang, dampak dari krisis yang terparah dan langsung dirasakan, diakibatkan oleh inflasi. Antara tahun 1997 dan 1998 inflasi meningkat sebesar 6% menjadi 68%, sementara upah rill turun menjadi hanya sekitar sepertiga dari nilai sebelumnya. Akibatnya, kemiskinan meningkat tajam. Antara tahun 1996 dan 1999 proporsi orang yang hidup dibawah garis kemiskinan bertambah dari 18% menjadi 24% dari jumlah penduduk. Pada saat yang sama, kondisi kemiskinan menjadi semakin parah, karena pendapatan kaum miskin secara keseluruhan menurun jauh dibawah garis kemiskinan. tentang adanya pertumbuhan sosial, ketegangan rasial dan agama yang menjadi lebih jelas bahkan sebelum dampak krisis keuangan menghantam Indonesia pada akhir tahun 1997.
Walaupun terjadi penurunan kemiskinan di Indonesia antara tahun 1976 – 1996, masalah kemiskinan relatif dan kekurangan masih serius pada tahun-tahun terakhir rezim Soeharto, bahkan sebelum dampak krisis keuangan dan penyusunan program berikutnya terhadap pendapatan nasional. Saat krisis moneter tahun 1997, peningkatan angka kemiskinan terbesar terjadi di perkotaan, dimana jumlah penduduk miskin di perkotaan dalam periode tersebut meningkat lebih dari 80%. Padahal, dalam periode yang sama, jumlahnya di perdesaan hanya naik sebesar 30%. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah harus memberikan prioritas yang tinggi untuk program-program anti-kemiskinan.
Pada tahun 2002 – 2007, terdapat indikasi kuat bahwasanya meskipun terdapat kecenderungan positif dalam penanggulangan kemiskinan, tetapi ternyata implikasinya belum seperti yang diharapkan. Proporsi penduduk yang hamper miskin masih cukup tinggi, dan apabila terjadi sedikit 'gejolak', maka dengan sangat mudah mereka akan kembali menjadi miskin. Namun tidak dapat dipungkiri, kesenjangan dan disagregasi kemiskinan memang terjadi di Indonesia. Saat ini (tahun 2007) proporsinya mencapai 16.6%, tetapi ada anggapan bahwa dibalik angka ini sebetulnya terdapat fakta kesenjangan antar provinisi yang cukup besar.
Fatya ayu hefita
22210638  
1EB22

Kamis, 24 Maret 2011

makalah perekonomian indonesia

makalah

CHINA BISA…..!
INDONESIA WHY
NOT….!

OLEH :

FATYA AYU HEFITA
1EB22





Universitas Gunadarma
KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat ALLAH.SWT.kami bisa menyusun makalah ini dengan baik , makalah ini disusun sesuai dengan kenyataan dan fakta yang terjadi, dgn tersusunnya makalah ini kami ingin memberikan sesuatu yang mudah – mudahan berarti untuk kampus kami tercinta.
            Unsur perekonomian yang saya bahas disini semata – mata untuk memberikan informasi agar kelak perekonomian diindonesia menjadi lebih baik dan maju seperti Negara-nega lain , makalah ini  adalah hasil dari pendapat – pendapat dan uraian yang saya dapat dari sebuah sumber.
            Demikian makalah ini saya buat, semoga bermanfaat dan anda semua bisa memahami isi  dan tujuansaya. Kami harapkan kepada pemuda – pemudi bangsa kelak akan menjadi penerus yang baik dan menjadi contoh bagi penerusnya.
            Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen yang memberikan tugas ini, semoga makalah ini dapat memberikan sedikit bekal pengetahuan dan keterampilan,dan menumbuhkan kecintaannya kepada hidupnya sendiri agar kelak bisa jadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara.
            Saya menyadari makalah ini masih perlu disempurnakan oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari anda sekalian untuk menyempurnakan isi dan penampilan makalah ini,kritik dan saran anda semua sangat berarti dan akan menjadi sumbangan yang begitu berarti bagi pendidikan generasi muda bangsa.


                                                                                                        



                                                                                                         Bekasi, Pebruari 2011


Pendahuluan

            Indonesia adalah Negara yang sudah sejak lama merdeka namun mengapa perekonomian Indonesia sulit sekali maju seperti Negara – Negara merdeka lainnya, dilihat dari sisi sumber daya alam sendiri Indonesia memiliki potensi yang sangat baik terhadap perekonomian Indonesia namun mengapa Indonesia kurang bisa mengelolanya menjadi perekonomian yang baik.
            Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian Indonesia seperti kondisi fisik, letak geografis, sumber daya alam, sumber daya manusia, perkembangan tekhnologi, perekonomian Indonesia dan politik di Indonesia semua itu bergantung pada tata cara pemerintah mengatur keuangan bangsa.
          Masyarakat Indonesia harus sangat bisa mengupayakan sumber daya alam sebagai factor yang sangat mendukung perekonomian Indonesia.
         














a. perekonomian Indonesia
Inflasi dan perekonomian Indonesia sangat saling berkaitan. Apabila tingkat inflasi tinggi, sudah dipastikan akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi, dimana akan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi.Indonesia harus melakukan perubahan yang sangat signifikan untuk merubah perekonomian agar Indonesia tak biosa dijajah lewat perdagangan bebas ynag dilakukan china terhadap Indonesia.indonesia harus bisa membuat produk produk yang bagus dan tak kalah murah dari china. Indonesia bisa membuka lapangan pekerjaan yang sangat banyak jika mampu melakukan semuanya untuk kemajuan bangsa, sehingga banyak pula orang Indonesia yang menyukai produk Indonesia dan tak perlu keluar negri untuk membeli barang yang diinginkan karena sudah tersedia diindonesia.
b. pasar bebas china dalam wadah CAFTA
Bisa dipastikan pada 2010 ini jumlah produk China semakin membanjiri  pasar Indonesia. Peningkatan permintaan produk dari China tentu akan menguntungkan China karena secara langsung memperluas lapangan pekerjaan di China, disisi lain industri-industri kecil Indonesia akan mulai berguguran yang pada akhirnya dapat  mengurangi lapangan pekerjaan.
Jauh sebelum penerapan pasar bebas Indonesia-China yang seluas-luasnya per 2010 ini, selama 5 tahun terakhir Indonesia mengalami kerugian (neraca) dalam hubungan kerjasama dagang Indoensia-China. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri.
Namun semua itu bisa terwujud apabila kondisi keamanan dalam negeri benar-benar telah kondusif. Kebijakan pemerintah saat ini didalam pemberantasan terorisme, serta pemberantasan korupsi sangat turut membantu bagi pemulihan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu indikator makro ekonomi menggambarkan kinerja perekonomian suatu negara akan menjadi prioritas utama bila ingin menunjukkan kepada pihak lain bahwa aktivitas ekonomi sedang berlangsung dengan baik pada negaranya.
Indonesia telah merdeka sejak 1945 namun kenapa harus dijajh lagi dengan produk china yang bebas masuk kapan saja. Indonesia harus bisa menghasilkan produk yang tidak kalh bagus dari china karena terbukti orang Indonesia tak kalah pintar dengan china untuk menciptakan suatu produk Indonesia, toh slama ini produk Indonesia terbukti lebih baik kualitasnya dari china namun kenapa Indonesia tak bisa member harga yang lebih murah karena sebenarnyta masalh trbesar diindonesia adalah harga yang terlalu mahal, walaupun dikalangan menengah keatas harga tak menjadi suatu permasalahan yang terlalu berarti tapi perlu disadari kalangan menengah ke bawah masih banyak yang berfikir 2 x untuk membeli kebutuhannya maupun keluarga. Bisa dilihat dari table berikut neraca perdagangan diindonesia – china periode 2003-2009 masih sangat jauh dari yang kita harapkan.
Sejak 2004, tiap tahun pemerintah Indonesia terus mengurangi besaran/persen bea masuk (BM) produk impor dari China. Dalam 5 tahun terakhir (2004-2009), sekitar 65% produk impor dari China telah mendapat stempel BM nol persen dari Dirjen Bea & Cukai Departemen Keuangan RI. Dan pada Januari 2010 ini, sebanyak 1598 atau 18% produk China akan mendapat penurunan tarif BM sebesar 5%.  Ini berarti pemerintah Indonesia telah menerapkan sistem pasar bebas  yang seluas-luasnya dengan China.
Oleh karena itu kita sebagai warga Indonesia yang tak kalah canggih bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada diindonesaia.



Selasa, 01 Maret 2011

mawar

 mawar
dengan warna yang indah dia merekah
dengan harum yang wangi dia tumbuh
dengan tangkai berduru dia berlindung 
dengan hujan yang turun dia bernafas
dengan sentuhan dia bersedih...

Kamis, 24 Februari 2011

kondisi perekonomian pada tahan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono

Kondisi perekonomian pada tahap masa pemerintahan SBY
Pada pemerintahan SBY dan JK tahun 2004 – 2008 DAN pemerintahan SBY dan BUDIONO. Pada tahun 2004 s/d 2008 pemerintahan SBY dan JK relatif lebih baik dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi pemerintahan SBY-JK selama 5 tahun sebesar 6,4 % yang mendekati target sebesar 6,6 %
Target-target perekonomian pemerintahan ini sesungguhnya dapat dilihat dalam rumusan tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009. pemerintahan SBY-JK merupakan pemerintahan pertama dalam sejarah Indonesia kontemporer yang memulai pelaksanaan RPJMN.
Pada tahun 2005 s/d 2007 pertumbuhan ekonomi mencapai angka 5,6%, 5,5% dan 6,3% angka ini tentu tidak sesuai dengan target (RPJMN) yang seharusnya untuk tahun 2005 (5,5%), 2006 (6,1%) dan 2007 (6,7%) jika pertumbuhan ekonomi pada pemerintahan SBY-JK mencapai 6,6 % per tahun maka pada tahun 2008 -2009 harus diupayakan minimal rata-rata 7,8% para ekonom bersepakat apabila pertumbuhan ekonomi diatas 6% saja dapat dijadikan barometer Indonesia sudah mampu melihat the light at the end of dark tunnel, keluar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan.
Pemerintahan SBY-JK jika dibandingkan dengan pemerintahan Soeharto pada kinerja 32 tahun Soeharto mencapai sekitar 7% kinerja pertumbuhan ekonomi SBY-JK masih perlu peningkatan. Pertumbuhan ekonomi era Soeharto tertinggi terjadi pada tahun 1980 dengan angka 9,9%.
Namun sekarang kondisi perekonomian SBY lebih baik stelah krisis moneter namun pada periode masa jabatan presiden SBY yang ke 2 ini banyak menemui masalah – masalah dalam bidang perekonomian . Di tahun 2010 Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 % di banding tahun 2009. Semua sektor mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 13,5 %. Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 sebesar 6,1 % sebagian bersumber pada komponen ekspor, yakni 6,4 %. Kemudian komponen konsumsi rumah tangga 2,7 % , pembentukan modal tetap bruto 2,0 % , dan perubahan inventori 0,4 %. Dan di awal tahu 2011 kita patut bernapas lega karena menurut data dar BPS, nilai Indeks Tendensi Konsumen ( ITK ) di Jabodetabek pada triwulan I – 2011 di perkirakan sebesar 106, 49 , artinya kondisi ekonomi konsumen di perkirakan membaik. Tingkat optimisme konsumen di perkirakan akan lebih tinggi di bandingkan triwulan IV – 2010 ( nilai ITK sebesar 101,09 )
 Namun dengan demikian pemerintahan SBY diharapkan bisa meberikan keadilan bagi seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali agar Indonesia bisa menjadi Negara yang maju dan bisa mensejahterakan bangsa Indonesia.

Sumber :
www.bank indonesia.go.id
www.bps.go.id

Tugas perekonomian Indonesia
kelas ; 1eb22
Npm  ;22210638



Selasa, 30 November 2010

Tugas Dasar Pemasaran

GUNADARMA UNIVERSITY
TUGAS DASAR PEMASARAN

·      Fatya ayu hefita                              (22210683)
·   Tri yulidiantika                                (26210974)
·      Sheilla Tamara                                 (26210507)



5 produk yang mudah di ingat dan disebut :




5 produk yang sullit diingat dan disebut:



 
1 produk dengan kemasan yang baik :


Nestle Milo 3 in 1 Actigen-E - Minuman Serbuk Coklat Berenergi Dengan Susu.

Actigen-E adalah perpaduan unik berbagai vitamin B, vitamin C, kaya akan kalsium, dan mengandung Magnesium untuk membantu menghasilkan energi secara optimal dari karbohidrat, lemak dan protein yang berasal dari makanan anda pada proses metabolisme energi dalam tubuh.

Protomalt adalah ekstrak malt yang sebagian besar terdiri dari karbohidrat kompleks.

Komposisi: Gula, Susu Bubuk Skim, Sari Malt, Bubuk Kakao, Minyak Nabati, Lemak Susu, Susu Bubuk Dancow, Mineral, Premiks Vitamin, Vanilin. Mengandung Lesitin Kedelai.

Informasi Nilai Gizi
Takaran saji: 4 sendok makan (35g).
Jumlah sajian per kemasan: sekitar 17.
Energi Total: 150kkal.
Energi dari Lemak: 35kkal.

%AKG*
Lemak
4.0g
6%
- Lemak Jenuh
2.0g
12%
Protein
4g
7%
Karbohidrat
24g
8%
- Serat pangan
1g
3%
- Gula
14g
Natrium
55mg
2%
Kalium
240mg
5%
Vitamin B1
20%
Vitamin B2
20%
Vitamin B3 (Niasin)
20%
Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
15%
Vitamin B6
25%
Vitamin B12
8%
Vitamin C
15%
Kalsium
20%
Fosfor
25%
Magnesium
15%
Besi
8%
*Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2000kkal. Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah.

Per Sajian Mengandung:
Biotin 22.5mcg.
Kalsium/Fosfor 1.1.


Diproduksi Oleh: PT Nestle Indonesia.
BPOM RI MD
849913277001.

Rabu, 24 November 2010

Tugas pengantar bisnis ke -2

nama : fatya ayu hefita

kelas :1 EB 22

npm: 22210683

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.

 Planning
Planning atau perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek program prosedur metode sistem anggaran dan standar yg dibutuhkan utk mencapai tujuan.
Organizing
Organizing atau pengorganisasian ini meliputi:
  1. Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg dibutuhkan utk mencapai tujuan organisasi.
  2. Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yg akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.
  3. Penugasan tanggung jawab tertentu
  4. Pendelegasian wewenang yg diperlukan kepada individu-individu utk melaksanakan tugasnya.
Staffing
Staffing atau penyusunan personalia adl penarikan (recruitment) latihan dan pengembangan serta penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yg menguntungkan dan produktif.
Leading
Leading atau fungsi pengarahan adl bagaimana membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yg diinginkan dan harus mereka lakukan.
Controlling
Controlling atau pengawasan adl penemuan dan penerapan cara dan alat utk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dgn yg telah ditetapkan.